Pendahuluan
Industri kopi di Indonesia terus berkembang pesat. Salah satu nama yang sudah melekat dengan fenomena kopi susu gula aren adalah Toko Kopi Tuku. Didirikan pada tahun 2015 oleh Andanu Prasetyo di Cipete, Jakarta Selatan, kedai ini dikenal karena konsep “neighbourhood coffee shop” yang dekat dengan tetangga dan penggunaan biji kopi lokal. Artikel ini membahas perjalanan Kopi Tuku, alasan mereka belum membuka franchise resmi, estimasi biaya jika kelak dibuka, serta keunggulan dan tantangan bagi calon mitra.
Sejarah dan Perkembangan Kopi Tuku
Kopi Tuku bermula sebagai kedai kecil yang fokus menyediakan kopi berkualitas dengan harga terjangkau. Andanu Prasetyo merintis bisnis ini setelah belajar bahwa masyarakat Cipete lebih menyukai kopi dengan tambahan gula, susu dan es. Menu andalan “Es Kopi Susu Tetangga” kemudian menjadi pionir tren kopi susu gula aren di Indonesia. Popularitas kedai ini melejit setelah kunjungan Presiden Joko Widodo dan keluarganya pada 2017; kunjungan tersebut meningkatkan sorotan publik.
Hingga 2023, Toko Kopi Tuku memiliki sekitar 39 outlet di berbagai kota dan terus menambah gerai tanpa sistem waralaba. Pada 2024, manajemen menyatakan bahwa mereka memiliki 50 toko, 10 cloud kitchen, dan 3 toko serba Tuku (TOSERBAKU), serta menargetkan total 100 gerai pada 2026.
Mengapa Kopi Tuku Tidak Membuka Franchise?
Meskipun banyak pesaing menggunakan sistem franchise untuk ekspansi, Kopi Tuku belum menawarkan franchise resmi. Berikut alasan utamanya:
- Kontrol kualitas dan konsistensi – Pemilik ingin menjaga standar kualitas dan pengalaman pelanggan. Tanpa franchise, mereka dapat mengontrol produksi dan penyajian sehingga setiap cangkir kopi sesuai harapan.
- Pengembangan sumber daya manusia – Fokus pada pelatihan barista dan karyawan. Dengan jaringan terpusat, Kopi Tuku memprioritaskan pengembangan keterampilan barista dan budaya kerja yang kuat.
- Menjaga filosofi dan identitas – Kopi Tuku ingin mempertahankan nilai merek yang menekankan keakraban dengan komunitas dan cerita di balik setiap cangkir kopi. Sistem franchise dikhawatirkan bisa mengaburkan esensi tersebut.
- Kontrol penuh bisnis – Pendiri Tyo percaya mempertahankan kontrol penuh penting untuk menjaga kualitas dan konsistensi; hal ini diungkapkan dalam wawancara 2025 di Warta Ekonomi.
Estimasi Biaya dan Modal (Jika Franchise Dibuka)
Walaupun belum ada sistem franchise, banyak calon investor bertanya soal biaya. Analisis dari beberapa media memperkirakan modal awal untuk membuka kedai bergaya Kopi Tuku sekitar Rp 400 juta. Estimasi ini mencakup:
- Peralatan dan bahan baku – Mesin kopi, grinder, kulkas, dan persediaan awal.
- Sewa lokasi dan renovasi – Biaya merenovasi gerai kecil hingga menengah di area strategis.
- Pelatihan karyawan – Investasi untuk pelatihan barista dan staf pelayanan.
Angka tersebut berasal dari perkiraan WaralabaNews yang membandingkan biaya franchise kopi lainnya (Kopi Soe Rp 150–200 juta; Kopi Dari Hati Rp 100–150 juta; Fore Coffee di atas Rp 500 juta). Karena Kopi Tuku mengandalkan kualitas tinggi dan konsep kedai komunitas, biaya realistisnya berada di kisaran menengah ini.
Alternatif Kemitraan dan Peluang Lain
Walau belum membuka franchise, Kopi Tuku terus memperluas jaringannya secara organik. Pada 2024, mereka bahkan membuka kedai pop-up di Gangnam, Korea Selatan untuk memperkenalkan kopi Indonesia. Jika Anda tertarik bermitra dengan mereka, berikut beberapa opsi:
- Menjadi investor internal – Tuko dikelola oleh MAKA Group dan terkadang menerima investasi internal untuk ekspansi gerai.
- Kolaborasi pop-up atau event – Menyediakan tempat atau dukungan logistik untuk event pop-up Kopi Tuku di kota Anda.
- Membuka bisnis kopi independen – Jika ingin segera merintis usaha, pertimbangkan franchise kopi lain yang sudah teruji seperti Fore Coffee (skema rental revenue sharing) atau Kopi Kenangan dan Janji Jiwa yang menawarkan paket investasi beragam.
Keunggulan Brand Kopi Tuku
Kopi Tuku memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya ikon kopi kekinian:
- Kualitas biji kopi lokal – Mereka menggunakan biji kopi dari berbagai daerah Indonesia seperti Aceh, Garut, Flores, hingga Bali, sehingga mendukung petani lokal.
- Harga terjangkau – Es kopi gula aren dijual sekitar Rp 18–25 ribu per gelas, membuat kopi premium lebih mudah diakses.
- Konsep komunitas – Kedai-kedai Tuku dirancang sebagai ruang interaksi yang nyaman dengan komunitas setempat dan barista ramah.
- Brand yang kuat – Narasi kuat dan storytelling membuat pelanggan merasa dihargai dan menjadi bagian dari komunitas. Popularitas ini menciptakan basis pelanggan loyal yang mudah diaktifkan melalui media sosial.
Tantangan dan Realita
- Tidak ada paket franchise resmi – Calon investor harus menunggu hingga manajemen memutuskan membuka kemitraan.
- Kontrol terpusat – Jika suatu saat franchise dibuka, peluang kreasi dan inovasi oleh mitra mungkin terbatas karena standarisasi yang ketat.
- Persaingan ketat – Banyak merek kopi kekinian lain seperti Janji Jiwa, Kopi Kenangan, dan Fore Coffee menawarkan paket investasi lebih murah dan dukungan franchise yang sudah matang.
Kesimpulan
Kopi Tuku adalah pionir tren kopi susu gula aren dan sukses membangun jaringan gerai tanpa sistem franchise. Fokus mereka pada kualitas, konsistensi, dan hubungan komunitas membuat brand ini disukai banyak orang. Meskipun belum membuka franchise, perkiraan modal dan ketentuan di atas dapat menjadi rujukan bagi calon investor jika suatu saat peluang investasi dibuka. Sementara itu, Anda bisa mempelajari peluang investasi lain seperti Franchise Fore Coffee atau membaca perbandingan biaya franchise kopi populer untuk menemukan opsi yang sesuai.
Call to Action
Jika Anda tertarik memulai bisnis kopi namun masih bingung, tim WaralabaIndonesia siap membantu. Hubungi kami melalui WhatsApp atau isi formulir di halaman kontak untuk konsultasi gratis.
Referensi
- Franchise Indonesia – Alasan Kopi Tuku Tidak Membuka Franchise
- WaralabaNews – Estimasi Biaya Franchise Kopi Tuku dan Keunggulan Kopi Gula Aren
- Warta Ekonomi – Strategi Kopi Tuku Ekspansi Tanpa Franchise
- Kontan – Toko Kopi Tuku Targetkan 100 Gerai hingga 2026
- Hops.ID – Rahasia Kopi Tuku Membangun Komunitas Lewat Storytelling